27 Januari
Bintang dan Bulan
Mengutamakan akal di atas hati, membawa kepada cinta yang tak suci. Tak ada cinta melainkan cinta karena ilahi. Yang aku lalui adalah cinta karena ilahi? atau hanya cinta karena ingin ter-isi? Bagaimana aku dapat tahu, bila itu bukan karena ilahi? bukan sengaja aku kagum kepadanya, tak sengaja juga diri ini tergeletak jatuh di bawah pangkuan. Itu bukan sekadar pangkuan biasa, itu pangku tangan dan tatap mesra kepadanya. Ilah yang patut disembah dan dicinta, tak disembah dan dicinta semestinya. Aku terperangkap dalam tipu daya mereka, makhluk tak kasat mata. Mereka selalu berbisik, diri menyukai akhlaknya. Namun aku tak tahu kebenaran atau-lah salahnya. Yang aku tahu, rasa di dekatnya mulai berbeda, seakan ingin sempurna, memperlihatkan segalanya. diri mengatakan hal terlarang, akibat dari makhluk tak kasat mata. Balasannya panjang dan sangat bermakna. Pesan itu masih tersimpan, menjadi cermin, buat diri yang belum sepadan. ''Bersikap seperti semula, seolah olah ini tak pernah terjadi.'' sulit untuk dapat terjadi, cuma dia yang diri kagumi selama ini, Lalu, bagaimana cara diri untuk beradaptasi?. ''Intinya, mohon maaf, saya tidak ingin ada perasaan berlebihan dengan cowok, mau serius atau tidak, intinya saya tidak mau.'' Yang aku tahu adalah yang kamu tidak tahu dan yang ingin aku tahu, entah apa begitu juga yang terjadi padamu. "Jadi, saya harap mulai detik ini sampai seterusnya, bersikap biasa biasa saja lah, jika tetap tidak bisa, beralihlah ke yang lain saja. Yang perlu diingat bahwa, masih banyak cewek di dunia, bahkan sangat banyak yang lebih baik dari saya''. Sedikit tertawa, tak terbayang mengapa. Diri telah diperdaya oleh semacam karamah, mengambil langkah yang terlewat jauh. beralih dari sangat terusik, hingga tak tahu cara untuk kembali menjadi asik. bagaimana untuk kepada yang lain? tutup bungkus, bungkus yang salin. Ditekan dengan berkata, ''Jika ditolak, takutnya saya memberikan kesan yang sangat buruk pada hidup seseorang, namun jika diterima justru memperburuk hidup saya'' benarlah diri terlalu cepat berlari, memikirkan yang belum masa untuk diri, tetapi belum saat untuk seperti ini? 😊 ''bodoh, sangat bodoh, mengapa kamu diri?, bisa seperti itu kepada orang seperti ini?''
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete