Dedemit

BENCI AKAN DIRIMU  

Setiap aku melihatmu, tercampur aduk rasa di dalam dadaku. Ada saat dimana aku merindukanmu dan ada saat dimana aku sangat merindukanmu. yang aku rasakan hanyalah kekaguman, tidak ada benci ataupun cinta, tetapi kamu salah mengartinya. bila ingin mengabadikan cinta maka belum sanggup aku dan saatnya. lalu kenapa aku benci? karena benci tanda cinta. Ketika seseorang benci maka dia akan memperhatikan seseorang yang ia benci lebih dari apapun. Ketika seseorang membenci maka suatu saat akan menimbulkan rasa cinta, dan aku belum menyentuh keduanya. aku hanya kagum dengan akhlakmu, caramu berpenampilan adalah beda dari yang lain, tapi jangan salah faham. Aku bukanlah orang yang dikendalikan dengan hati, aku memikirkan cara, bagaimana aku tidak dikendalikan oleh hati. Maka surat itulah salah satu caranya. Awalnya hanya ingin memastikan kebenaran dari akhlakmu. Wajar saja bila seseorang tertarik dengan lawan jenisnya, maka ia ingin menjadi lebih tahu tentang lawan jenisnya itu. tetapi akhirnya kau tahu siapa diriku, aku tidak ingin, sama sekali tidak menginginkan untuk kamu mengetahuinya, mengetahui bahwa itu adalah diriku. aku mengira kalian berdua tidak akan berteman lagi untuk selamanya, maka aku memberitahu yang sebenarnya. Dan yang terjadi adalah kalian baik-baik saja, namun aku juga menderita namun tidak apa-apa. setelah itu kau menyuruhku untuk menjadi seperti semula, sesungguhnya tidak!. bukanlah hal yang mudah bagiku, untuk kembali merasa akrab dengan orang yang telah aku zalimi. setiap aku menatapmu, yang teringat adalah kesalahan-kesalahan ku, aku merasa tak layak lagi untuk dapat berinteraksi denganmu. aku sengaja menanam pemahaman benci diantara kita, agar aku bisa mengingat setiap perbuatan kejiku padamu, dan aku merasa lebih baik bila di benci olehmu. Benar saja, aku merasa lebih baik dengan terus seperti itu. Namun, aku menjadi kelewatan dan selalu mengganggumu, membuatmu merasa kurang nyaman dan aku minta maaf soal itu, aku kelewatan namun aku tetap kagum terhadapmu. Entah sampai kapan rasa kagum itu ada pada diriku, bila kau mau aku menghapusnya, maka katakanlah, tentu aku akan berusaha untuk tidak mengagumi mu lagi dan membatalkan yang telah aku katakan sebelumnya tentang waktu yang akan datang. Mungkin saja rasa kagum ini akan hilang, ketika engkau yang langsung memberi tahu. aku berharap juga seperti itu, aku berharap kau yang memutuskan untuk aku berhenti untuk kagum atau tidak kepadamu. Iya maaf, maka tolong bantu aku. Fungsiku hanya memilih dan aku ingin kau yang memutuskannya sekali lagi.

Comments

  1. Kenapa Anda menggunakan Nama saya untuk dijadikan judul?apa sudah tidak ada opsi lain?Bahkan susunan hurufnya pun sama.
    Tolong klarifikasi nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu bukan judul, Tidak ada opsi lain, opsiku cuma kamu, iya kamu. 😊😊🤫
      yakin mau diklarifikasi disini?

      Delete
    2. Sebenarnya kamu siapa?? Jadi teringat seseorang. Tapi nggk mungkin deh kalau dia itu kamu.

      Delete
    3. This comment has been removed by the author.

      Delete
    4. Maaf deh kalau begitu, 😊😊

      Delete
  2. Galileyouww and Awan Gelap, I like see both of you have private chatting in this blog by the way. Hahaha ... Cause in Envy!

    ReplyDelete

Post a Comment