Klarifikasi G

Dua yang Saling Kenal Satu yang Tak mungkin Kekal

  Apa maksud yang sebenarnya? Apa kita saling mengenal? Apa kita tak mungkin kekal? Apa mungkin kita tidak saling kenal? Apa kita mungkin kekal? Mengapa hanya satu yang tak mungkin kekal? Mengapa dua yang saling kenal dan satu yang tak mungkin kekal? Mengapa tidak dua yang saling kenal dan dua yang tak mungkin kekal? atau Mengapa tidak dua yang saling kenal dan dua yang mungkin kekal? atau Mengapa tidak saling kenal dan tak mungkin kekal?

  Dia menyatakan hal itu? Apa ada kaitannya dengan diriku? Apa kamu adalah diriku? Lalu, Mengapa kamu bisa tahu hal yang aku? Aku mau bersama dengan mu? tidak tau, mungkin saja Aku sangat mau! Mengapa kamu menyatakan hal itu? Apa kamu tidak tahu bahwa aku tahu itu kamu? kalau bukan kamu apakah itu temanmu? Lalu, Mengapa temanmu mau menyatakan itu? Kamu tidak tahu apa yang temanmu mau? Kamu menjual diriku di depan teman-temanmu? Apa betul itu yang kamu laku? Mengapa kamu seperti itu? Apa penyesalan dan permintaan maafku tidak cukup bagimu? Mengapa kamu terus menyiksaku? Apa kamu ingin aku melakukan itu kepadaku? Agar kamu puas? Aku menginginkan bersama denganmu. Aku punya tujuan. Aku ingin kau mengerti. Aku memberi tekadku. Aku takut kau menolakku. Aku tahu itu berlaku. Aku tak memberi namaku. Aku merasakan aku. Aku menguji kebenaranmu. Aku tak tahu bagaimana kamu. Aku tak mengerti caraku. Aku mengerti laraku. Aku takut kamu. Aku bersembunyi darimu. Aku berbohong kepadamu. Aku tak mengakui aku. Aku menghampiri kamu. Aku berbohong kepadamu. Aku melakukan hal yang pilu. Aku berbohong kepadamu.

   Setahun berlalu, belum juga ada restu. tanpa ada kesepakatanmu. tidak akan terjadi yang akan datang kepadamu. Apa Itu bukan aku? Mungkinkah itu aku? Tidak bisakah diriku? Bolehkah diriku? Tanpa diriku? Dengan diriku? Untuk diriku? Benarkah itu aku? Sungguh aku? Terlalu aku? Takutkah aku? Demi aku? Apa aku? Dirimu?

 Kamu benar-benar mengingatkanku, aku ingin kamu tahu bagaimana aku terhadap orang itu, maaf benar tak cukup untuk kamu, yang cukup ketika beberapa tahun yang kau tunggu. Apa itu benar hanya anganku? TENTU, itu akan benar tanpa ada jawab DARIMU.

Comments

  1. Mata pada kata. Mati pada kita,
    Tunggu disamping tangga. Ragu disamping raga.
    Detak berlalu pada detik. Harap selalu pada hirup.

    Kita butuh pada betah. Kita yang rusak. Kita yang risak.
    Yang tak singgah dan tak sungguh. Yang disembah akan beri sembuh.

    Sempat hampir dan pernah. Sempit mampir dan punah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalian berdua memang mirip. Jawabanmu memang mewakili kalian berdua, aku terima itu, dan aku terima sebagai penolakan, hehe. 🙁☹😟😥

      Delete

Post a Comment