Cerita sedih
"Tertekan itu biasa''
18 Oktober 2019, adalah tatapan pertama setelah pengakuan yang memalukan itu, aku tidak sengaja membuatnya lebih merasa gusar terhadap diriku, walaupun itu hanya gambaran di dalam kepalaku. tapi, sebenarnya apa yang membuat dia menatap ku juga?. jujur aku menikmatinya, tapi mengingat apa yang telah kuperbuat rasa bersalah tetap saja menghampiri, kesal dan merasa tidak termaafkan membuatku bertanya-tanya kenapa aku bisa melakukan hal buruk itu. kalau boleh jujur. sebelumnya aku tidak pernah semalas ini untuk menatap wajahnya yang membuat hatiku tenang, namun setelah kejadian itu aku merasa ada yang salah dengan diriku yang lalu. diriku yang dulu adalah diri yang selalu memikirkan bahwa apa yang kurasa adalah sama dengan apa yang dia rasa terhadap diriku, namun itu adalah kesalahan, dia sebenarnya tidak pernah merasa diriku adalah orang yang spesial, diriku yang dulu adalah sesosok manusia yang dikalahkan oleh angan-angannya. merasa semuanya akan berjalan dengan kehendaknya. tapi diriku yang sekarang masih terpengaruh oleh angan-angan itu, karena banyak kejadian yang menurutku adalah pertanda bahwa dialah orangnya. aku selalu terbayang dengan ''janji'' yang pernah ku tanamkan padanya, aku sendiri selalu meyakinkan diriku bahwa itu adalah janji. padahal, jauh di dalam lubuk hatiku ingin lepas dari itu. dan yang aku katakan juga tidak sepenuhnya berarti janji, pada mulanya aku tidak yakin. namun, seiring berjalannya waktu, aku merasa itu adalah hal yang harus dipertanggungjawabkan. akhirnya pemikiran ini merasuki diriku dan membuatku lupa akan segala hal, membuatku lupa bahwa kamu bukanlah siapa-siapa baginya, lalu kenapa diri ini selalu berlagak sebagai orang yang paling penting untuk dirinya?.
24 Oktober 2019, tiap orang memiliki keinginan masing-masing, hanya saja, aku merasa banyak hal yang kurang dari apa yang telah kualami, aku ingin membuat hal itu menjadi lebih baik dikemudian hari, lebih mudah dalam beribadah, memiliki keturunan yang taat kepada agamanya, dan yang akan membawa kedua orangtuanya ke surga. akupun berdoa kepadaNya. hari itu adalah hari kamis, dijam terakhir waktu pelajaran sekolah kami, aku bersama temanku tertidur di suatu tempat, kami tertidur selain karena capek, kami mengira bahwa guru yang akan mengajar tidak hadir, sebangunnya suara adzan sedang dikumandangkan, kami terkejut dan bergegas untuk mengambil air wudhu dan kemudian kami menunaikan ibadah, setelah itu diperjalanan kembali ke kelas, dari jauh aku melihat ternyata guru yang mengajar tersebut sedang beranjak keluar dari kelas kami. aku khawatir karena sesungguhnya, kami tidak sengaja tertidur. sehingga aku mengambil jalan memutar dan bergegas menuju kelas, dalam perjalanan itu aku bertatap muka dengannya untuk pertamakali di hari itu, karena aku takut, aku langsung memalingkan tatapanku dan dia pun seperti itu. setelah mempersiapkan barang-barangku, akupun kembali ke rumah, sesampai dirumah, aku terus memikirkannya, seperti momen tadi, dan momen kemarin yang pernah terjadi, itu memakan waktu sekitar 1 jam, waktu pada saat itu menunjukkan pukul 17.11 WITA. aku berencana untuk membeli makanan berbuka, karena pada saat itu aku sedang berpuasa sunnah senin kamis. setelah bersiap, waktu menunjukkan pukul 17.23 WITA. aku keluar rumah, dan pada saat itu aku bertemu dengan dua orang teman, wahyu dan shadiq. sebenarnya pada saat itu aku bingung mau berbuka dengan apa. sempat terfikir untuk pergi ke masjid besar yang jauh itu, namun karena waktu yang tidak memungkinkan akhirnya aku memutuskan untuk membeli panganan buka di salah satu swalayan moderen dekat rumah. sangat tidak disangka-sangka aku bertemu dengan guru yang mengajar di jam terakhir tadi, wahh!, ia langsung menanyakan tujuan, asal, dan alasan kenapa tidak mengikuti pelajaran tadi. ketika masuk ke dalam swalayan, aku memikirkan, sekitar 10 menitan dan akhirnya Sri roti, Nuu greantea dan Freshteh menjadi pilihanku. ketika jalan kembali menuju kerumah, aku bertemu dengannya. dalam hati aku sangat terkejut dicampur bingung. apa yang harus aku lakukan agar tidak berpapasan dengannya, tapi pada saat itu dia terlalu berlebihan dan aku tidak suka itu. menurutku dia menganggapku seperti orang yang akan berbuat jahat kepadanya. padahal tidak pernah terpikir sedikitpun aku ingin berbuat jahat kepadanya, walaupun aku bisa. setelah kejadian itu, dalam perjalanan menuju rumah. aku memikirkan doaku yang tadi. di dalam doaku, aku ingin bertemu dengannya dan bila ia adalah jodohku maka setelah ini aku dipertemukan dengannya, dan bila ia bukanlah jodohku maka aku tidak dipertemukan dengannya. sebenarnya aku telah bertemu dengannya sebelumnya, yaitu ketika kembali ke kelas tadi, namun, karena hal itu sering terjadi di hari-hari sebelumnya maka aku tidak yakin dengan itu. tetapi, aku bertemu lagi dengannya yang kalau dipikir-pikir ini bukanlah kejadian yang tidak Ia kehendaki. karena seperti ini, aku memikirkan tentangnya dan lain-lain itu sekitar 1 jam, belum lagi aku bersiap-siap untuk keluar dan ketika di swalayan aku berfikir sekitar 10 menit. kalau ini bukanlah petunjuk dariNya lalu bagaimana?. ini lah yang membuat kepalaku penuh di perjalanan pulang itu. dan akhirnya aku masih tetap tidak yakin.
Sekolah menengah atas negeri 71, adalah sekolah impian banyak orang di daerah ini. Hanya saja aku adalah salah satu siswa-nya. Awalnya ini bukanlah hal yang begitu memutar pikiran dan perasaan, namun entah kenapa perasaan ku terhadapnya mulai berubah. Aku tidak tahu betul kapan perasaan ini mulai cenderung terhadapnya. mungkin waktu pagi di hari itu, atau sebelumnya. Jujur ini adalah Pertama kalinya aku mengakui perasaanku. Rasanya seperti aneh tapi aku masih mencari sebenarnya rasa apa itu, tidak dapat ku ungkapkan dengan kata-kata, padahal aku sudah mengerti betul bagaimana proses cinta. Kejadiannya kira-kira di bulan Juli 2019 lalu, ketika semua orang dipaksa untuk kembali kerumahnya masing-masing, aku merasa seperti ada yang kosong, semuanya terasa hampa dan ketika aku tahu bahwa dia sudah tidak disini lagi, aku menjadi malas untuk melakukan apapun, dan karena rasa ingin tahu dan nafsu yang tidak terbendung lagi, aku mengirim surat kepadanya. surat itu berisi hal-hal aneh yang sulit untuk dimengerti. bagaimana tidak, aku saja yang membuatnya masih sulit mengetahui apa maksud dari yang kukirimkan kepadanya itu hingga saat ini. Berisikan hal-hal yang belum saatnya dan hal-hal yang menurutku tidak pantas untuk diperbincangkan. Diri ini pesimis dengan Suratnya. Namun, suratku dibalas juga. kalau aku tidak salah ingat, sebenarnya dia cepat membalas suratku namun aku yang tidak mengecek kembali kotak surat itu. diatas adalah hasil dari surat itu,
24 Oktober 2019, tiap orang memiliki keinginan masing-masing, hanya saja, aku merasa banyak hal yang kurang dari apa yang telah kualami, aku ingin membuat hal itu menjadi lebih baik dikemudian hari, lebih mudah dalam beribadah, memiliki keturunan yang taat kepada agamanya, dan yang akan membawa kedua orangtuanya ke surga. akupun berdoa kepadaNya. hari itu adalah hari kamis, dijam terakhir waktu pelajaran sekolah kami, aku bersama temanku tertidur di suatu tempat, kami tertidur selain karena capek, kami mengira bahwa guru yang akan mengajar tidak hadir, sebangunnya suara adzan sedang dikumandangkan, kami terkejut dan bergegas untuk mengambil air wudhu dan kemudian kami menunaikan ibadah, setelah itu diperjalanan kembali ke kelas, dari jauh aku melihat ternyata guru yang mengajar tersebut sedang beranjak keluar dari kelas kami. aku khawatir karena sesungguhnya, kami tidak sengaja tertidur. sehingga aku mengambil jalan memutar dan bergegas menuju kelas, dalam perjalanan itu aku bertatap muka dengannya untuk pertamakali di hari itu, karena aku takut, aku langsung memalingkan tatapanku dan dia pun seperti itu. setelah mempersiapkan barang-barangku, akupun kembali ke rumah, sesampai dirumah, aku terus memikirkannya, seperti momen tadi, dan momen kemarin yang pernah terjadi, itu memakan waktu sekitar 1 jam, waktu pada saat itu menunjukkan pukul 17.11 WITA. aku berencana untuk membeli makanan berbuka, karena pada saat itu aku sedang berpuasa sunnah senin kamis. setelah bersiap, waktu menunjukkan pukul 17.23 WITA. aku keluar rumah, dan pada saat itu aku bertemu dengan dua orang teman, wahyu dan shadiq. sebenarnya pada saat itu aku bingung mau berbuka dengan apa. sempat terfikir untuk pergi ke masjid besar yang jauh itu, namun karena waktu yang tidak memungkinkan akhirnya aku memutuskan untuk membeli panganan buka di salah satu swalayan moderen dekat rumah. sangat tidak disangka-sangka aku bertemu dengan guru yang mengajar di jam terakhir tadi, wahh!, ia langsung menanyakan tujuan, asal, dan alasan kenapa tidak mengikuti pelajaran tadi. ketika masuk ke dalam swalayan, aku memikirkan, sekitar 10 menitan dan akhirnya Sri roti, Nuu greantea dan Freshteh menjadi pilihanku. ketika jalan kembali menuju kerumah, aku bertemu dengannya. dalam hati aku sangat terkejut dicampur bingung. apa yang harus aku lakukan agar tidak berpapasan dengannya, tapi pada saat itu dia terlalu berlebihan dan aku tidak suka itu. menurutku dia menganggapku seperti orang yang akan berbuat jahat kepadanya. padahal tidak pernah terpikir sedikitpun aku ingin berbuat jahat kepadanya, walaupun aku bisa. setelah kejadian itu, dalam perjalanan menuju rumah. aku memikirkan doaku yang tadi. di dalam doaku, aku ingin bertemu dengannya dan bila ia adalah jodohku maka setelah ini aku dipertemukan dengannya, dan bila ia bukanlah jodohku maka aku tidak dipertemukan dengannya. sebenarnya aku telah bertemu dengannya sebelumnya, yaitu ketika kembali ke kelas tadi, namun, karena hal itu sering terjadi di hari-hari sebelumnya maka aku tidak yakin dengan itu. tetapi, aku bertemu lagi dengannya yang kalau dipikir-pikir ini bukanlah kejadian yang tidak Ia kehendaki. karena seperti ini, aku memikirkan tentangnya dan lain-lain itu sekitar 1 jam, belum lagi aku bersiap-siap untuk keluar dan ketika di swalayan aku berfikir sekitar 10 menit. kalau ini bukanlah petunjuk dariNya lalu bagaimana?. ini lah yang membuat kepalaku penuh di perjalanan pulang itu. dan akhirnya aku masih tetap tidak yakin.
Sekolah menengah atas negeri 71, adalah sekolah impian banyak orang di daerah ini. Hanya saja aku adalah salah satu siswa-nya. Awalnya ini bukanlah hal yang begitu memutar pikiran dan perasaan, namun entah kenapa perasaan ku terhadapnya mulai berubah. Aku tidak tahu betul kapan perasaan ini mulai cenderung terhadapnya. mungkin waktu pagi di hari itu, atau sebelumnya. Jujur ini adalah Pertama kalinya aku mengakui perasaanku. Rasanya seperti aneh tapi aku masih mencari sebenarnya rasa apa itu, tidak dapat ku ungkapkan dengan kata-kata, padahal aku sudah mengerti betul bagaimana proses cinta. Kejadiannya kira-kira di bulan Juli 2019 lalu, ketika semua orang dipaksa untuk kembali kerumahnya masing-masing, aku merasa seperti ada yang kosong, semuanya terasa hampa dan ketika aku tahu bahwa dia sudah tidak disini lagi, aku menjadi malas untuk melakukan apapun, dan karena rasa ingin tahu dan nafsu yang tidak terbendung lagi, aku mengirim surat kepadanya. surat itu berisi hal-hal aneh yang sulit untuk dimengerti. bagaimana tidak, aku saja yang membuatnya masih sulit mengetahui apa maksud dari yang kukirimkan kepadanya itu hingga saat ini. Berisikan hal-hal yang belum saatnya dan hal-hal yang menurutku tidak pantas untuk diperbincangkan. Diri ini pesimis dengan Suratnya. Namun, suratku dibalas juga. kalau aku tidak salah ingat, sebenarnya dia cepat membalas suratku namun aku yang tidak mengecek kembali kotak surat itu. diatas adalah hasil dari surat itu,
aku tak bisa melupakanmu begitu saja
ReplyDeleteMemang sulit men.!!
DeleteKAMU ADALAH SOSOK ORANG YANG MASIH MENCARI ARTI DARI PERASAANMU ITU TERHADAP DIA DAN MUNGKIN SAJA PERASAANMU ITU BISA BERARTI KAMU MENCINTAI DIA DALAM DIAMπππ
ReplyDeletevanilagustavo@gmail.com
terimakasih kawan
DeleteCoba lain kali pasang alarm sbelum tidur biar nd terlambat kmbli kekelas...
ReplyDeletercholydia@gmail.com
oke deh,...
Deletelain kali kalau mengirim surat-surat an jangan yang hal aneh-aneh lagi ismyfavorite123@gmail.com
ReplyDeleteAsyiikk!!
DeleteAKU ADALAH SOSOK YANG MENDAMBAKAN SESEORANG WALAU HANYA DALAM ANGAN" DAN IA JUGA BINGUNG DENGAN PERASAANNYA SENDIRI.
ReplyDeleteRamonaqueen30@gmail.com
Hebat sekali!!!
DeleteKamu yang baru pertama kali mengungkapkan perasaan kepada someone.menurutku kejarlah cintamu itu π ntasyaaratu@gmail.com
ReplyDeleteAsikk gila!!!!
Deletetiati pas mengungkapkan perasaan bang, takutnya jadi penyesalan di kemudian harinya
ReplyDeletesamajka142@gmail.com
Iya bang.,, :(
Deletememang saat mengutarakan perasaan itu sangat lega. Tapi,kita tidak tau apakah yg akan terjadi setelahnya,apakah itu baik ataupun buruk untuk kita.
ReplyDeleteMobileexam74@gmail.com
jangan pakai floating apps, kita tidak tau apa yang akan terjadi setelahnya, apakah itu baik ataupun buruk untuk kita.
DeleteTertekan itu biasa, yang luar biasa adalah bagaimana caramu mengatasi "tertekan" itu :x
ReplyDeleteMasyaAllah πππ kamu siapa sih??
DeleteGalileyouwwApril 26, 2020 at 5:24 AM
ReplyDeleteKesedihan dalam penyesalan bukanlah hal yang tidak benar. Yang tidak benar ialah jika hanya berlarut larut dalam kesdihan tanpa memikirkan untuk memperbaiki dan menjadi lebih baik.
ReplyDelete
iya maaf, tapi ceritaku jangan dianggap serius yah, aku jadi takut jawab komentarmu.
Deleteit's adorable..!
ReplyDeletethank you sweetheart π·
DeleteAyolah, hidup terlalu singkat hanya utk sekedar menatap tanpa menetap walau sekejap...
ReplyDeletesaatnya diriku untuk berhenti memikirkannya , karena itu hanyalah angan - angan ku saja
ReplyDeleteMantap wkwk
ReplyDelete