Be Happiness

Dua Cahaya yang Mencinta Dalam Diam 

Dua Cahaya yang Mencinta Dalam Diam, adalah Dua Insan yang saling mencinta di bawah cinta tuhan, salah satunya bernama nur dan yang satunya lagi bernama Nur. Kisahnya seperti romeo dan juliet atau seperti layla-majnun. Suatu hari disebuah majelis ilmu, seorang lelaki dan perempuan yang masih belia, bertemu dan saling sapa, awalnya mereka saling canggung dan tak menganggap satu sama lain. Namun, lama kelamaan mereka berdua disusupi rasa yang aneh, rasa yang peduli satu sama lain, rasa yang khawatir satu sama lain, dan rasa yang takut akan kehilangan satu sama lain. Tak disangka itu adalah cinta. nur adalah seorang anak perempuan yang sangat menyenangi bersama dengan Nur, menurutnya Nur adalah teman yang sangat baik, tidak ada teman yang menurutnya baik seperti dia, bahkan ia rela untuk menutup-nutupi rasa kagumnya, agar hubungannya dengan Nur berjalan layaknya seperti biasa. Namun perasaan itu tak dapat ditutup-tutupi, seorang kenalan nur yang selalu mengganggunya mengetahui akan tabir kebenaran bahwa nur mengagumi Nur. Ia bernama Awan. Awan adalah sesosok yang tidak berpikir panjang terhadap situasi yang ia lihat, melihat apa yang dialami oleh nur, maka Awan berinisiatif untuk mengabadikan kisah cinta mereka dengan memperhatikan mereka ketika mereka sedang berinteraksi. wajah tersipu malu nur ketika berbincang dengan Nur, sangatlah indah menurut Awan, dimana dua orang yang taat kepada tuhannya saling mencinta dalam diam. Terkadang Awan kasihan kepada nur, karena Nur memiliki banyak teman perempuan yang lain dan karena nur orangnya cemburuan maka itu membuat Awan lebih kasihan lagi. nur biasa termenung di sudut-sudut ruang majelis ilmu, dengan terpangku tangan dan tatapan yang kosong mengarah ke Nur. Awan tak ingin mengganggu, hanya saja suatu hari. ia memberikan nur secarik kertas yang berisi ''tertekan itu biasa, yang luar biasa adalah cara mengatasi tertekan itu.'' awalnya nur tergeleng-geleng dan tak mengerti ketidakjelasan si Awan. ia menyalah artikan kertas yang diberi oleh Awan, ia mengira maksud Awan adalah nyatakan perasaanya kepada Nur. lalu ia menghampiri Awan dan menyampaikan hal itu. Awan pun meluruskan maksud dari pesannya, ia mengatakan bahwa, nur jangan membohongi dirinya sendiri, walaupun ia takut bahwa hubungannya dengan Nur akan berantakan bila Nur mengetahui perasaan nur kepadanya, itu belum berarti benar. Maka bila nur tertekan dengan itu maka buatlah tertekan itu menjadi hal yang luar biasa. Jujurlah pada dirimu tapi jangan nyatakan perasaanmu, karena itu adalah sumber fitnah. Hari demi hari mereka lalui walaupun kelihatannya mereka berdua sangat renggang, tapi mereka saling mencinta dalam diam dan mengharapkan persatuan di atas kehalalan kelak. kisah cinta mereka sebiru dan sedalam lautan, tanpa ada setitik hitampun yang ditandai dengan diam, tidak ada kisah yang indah dan suci melainkan kisah cinta mereka berdua, kisah cinta yang didasarkan oleh kecintaan terhadap tuhannya dan hanya berharap kepadaNya. Karena mereka berdua tahu bahwa, tuhannya lah yang menentukan siapa yang akan menjadi teman hidupnya, siapa pemilik tulang rusuk yang ada di tubuhnya, dan siapa yang telah mengambil tulang rusuknya yang hilang. Bila keputusan tuhannya tidak menyatukan mereka, maka mereka berdua telah menyadari bahwa itulah yang terbaik, dengan terus berusaha dan berdoa bahwa dia akan menjadi teman hidupnya kelak, itu telah membuatnya cukup untuk membendung rasa cinta. Awan selalu mendambakkan cinta yang seperti ini, tapi dikisah Awan ada pengganggu yang menghancurkan hubungan dengan yang ia kagum. Awan selalu terharu melihat mereka berdua, setiap mereka berdua berpapasan Awan selalu melihat kekaguman dimata nur dan begitu juga dimata Nur hanya saja mereka memalingkan pandangan mereka berdua karena tahu akan keridhoan dariNya. tak pernah tahu apa yang ia rasakan satu sama lain, mereka menjalani hidup tanpa mengetahui perasaan satu sama lain, mereka memilih diam, dan menikmati cinta dalam keheningan dan kesucian diam. Tak luput dari kesalahan Awan memperbaiki kisahnya dan Awan pun menjadi tahu bahwa Mencinta Dalam Diam adalah yang terbaik dalam mengekspresikan cinta.  

Comments

  1. Kita itu Senyawa. Iya senyawa. Senyawa bukan berarti satu nyawa, namun senyawa adalah dua yang saling kenal satu yang tak mungkin kekal.
    Sama halnya dengan Air yaitu H2O, terdiri dari Hidrogen dan Oksigen, 2 Zat yang berbeda bersama menjadi Air. Namun tetap saja, 2 tetap 2 tidak akan akan menjadi satu atau menyatu menjadi 1 nyawa [SENYAWA]

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita tidak pernah bertemu, ditemukan, atau menemukan, tetapi saling dipertemukan.

      Kita tidak pernah berpisah, dipisahkan, atau memisahkan, tetapi terlanjur dikisahkan.

      Kita tidak pernah terpaksa atau dipaksakan,
      tetapi jelas-jelas, kita memaksakan kita.

      Jalan keluar ada di sebelah sana.
      Kau dijemput. Senyawaku dicabut.

      apa kamu akan menunggu diriku? atau kamu ingin aku untuk menjadi orang yang tak tahu malu? jawablah pesan ini agar aku tahu pesan dari dirimu.

      Delete
    2. Demi apapun yang mengitari langit serta segala orbitnya

      Delete
    3. Saya takut menerka-nerka dan akhirnya salah, seperti sebelumnya.🙂🙃 Demi tuhanmu?

      Delete
    4. hahaha, kamu kelewatan bercandanya. 😂😂😂

      Delete
  2. Why you always wrote something in one paragraph? Actually I am a bit hard to get it what do you wrote if only one paragraph! But I love your word! So beautiful!

    ReplyDelete

Post a Comment