Are You an Art?
POHON
Seminggu setelah, membuatku lebih mengenalnya. Tak disangka begitu renggang, tak seperti yang lainnya, menurutku. Awalnya, diri ini tidak ingin begitu senang untuk mau mengenalnya, tetapi kami menyusun rangka itu dengan sangat cepat. tentang inspirasi majalah dinding hingga masa depan yang kami rindu. Kami memberitahu di sebuah tempat yang berpindah disertai mulut. Membantu kami dalam menerima ritme melodi berbicara, seperti pernikahan dini. Ada beberapa hal yang membuatnya berbeda dari yang lain. Cara berbicara yang jujur, apa adanya dan mudah menebak menjadi ketertarikan tersendiri. Walau di sela-selanya terdapat ruang yang kosong, tetapi dengan sempurna Ia berhasil membuat terang. Disebabkan oleh lingkungan, menurutku, ia menyukai berteman dengan sesamaku, jelasnya. Entah kenapa aku bingung, ia ingin berkorban demi orang lain, dikala seseorang itu telah menyusahkannya, walau itu tak terlaksana, karena beberapa hal, dan aku menerima itu. Hal yang aku repotkan itu terkait dengan kisah cintaku, bagaimana mungkin aku bisa membuatnya mencari-cari dan menugaskannya hal yang tidak penting? kala itu diri telah kelewatan. Sekejap saja waktu berjalan, satu minggu sudah kami bersama, canda, pulang dan pergi bersama, hingga membawa dilema kebersamaan. Aku beruntung bisa mengenalnya, mencipta pandangan yang berbeda dari sebelumnya, jati diri terhadap mereka-mereka berubah sekejap mata. Namun, ada beberapa hal yang tidak aku suka. Ia rela menyepi di malam yang gelap gulita, di tempat yang penghuninya ada tidak ada, demi menunggu seseorang yang tentu istimewa menurutnya, menurutku. Bagi seorang wanita, sungguh aku heran kenapa dirinya seperti itu. Ia harus mementingkan dirinya lebih dari apapun. Mungkin saja ia telah dibutakan oleh cinta, cinta yang tak nyata (😶). Pikirannya sedang berkabut, tak tahu kemungkinan yang terburuk.
Dari kabar yang sampai, sepertinya dia orang yang berbeda. Lingkungan yang tadi aku maksud adalah lingkungan sekitarnya. Kabarnya, ia jarang bercanda tawa dengan teman-teman yang di dekatnya, hal ini juga terjadi pada teman-teman yang di dekatku. Mungkin kalau Hawa memang seperti itu, tak tahu. Terlalu banyak memilih, yang bukan kegunaannya, tetapi kami berteman dengan siapapun. Namun, itulah yang membuatnya istimewa. Ia menjadi tidak ikut-ikutan dan memilih dengan leluasa, membuatnya tidak menjadi kaku dan renggang untuk diberi tahu. Kebingunganku terhadap kisah cintaku, di buat jembatan untuk aku keluar dari itu, ia menyertakan pilihan, bukan jawaban dan itu yang aku mau. Dengannya aku bisa tahu, bagaimana menyikapi rasa yang tak terbendung itu. Menurutku, Ia sangatlah membantu, doa dan keberuntungan akan selalu bersama denganmu.
Walau ada yang tidak aku tahu, tapi inilah penilaianku, dengan dasar rasa rindu, semuanya dapat menjadi sendu, tetapi apakah itu akan menjadi seru? belum juga aku tahu.
Dari kabar yang sampai, sepertinya dia orang yang berbeda. Lingkungan yang tadi aku maksud adalah lingkungan sekitarnya. Kabarnya, ia jarang bercanda tawa dengan teman-teman yang di dekatnya, hal ini juga terjadi pada teman-teman yang di dekatku. Mungkin kalau Hawa memang seperti itu, tak tahu. Terlalu banyak memilih, yang bukan kegunaannya, tetapi kami berteman dengan siapapun. Namun, itulah yang membuatnya istimewa. Ia menjadi tidak ikut-ikutan dan memilih dengan leluasa, membuatnya tidak menjadi kaku dan renggang untuk diberi tahu. Kebingunganku terhadap kisah cintaku, di buat jembatan untuk aku keluar dari itu, ia menyertakan pilihan, bukan jawaban dan itu yang aku mau. Dengannya aku bisa tahu, bagaimana menyikapi rasa yang tak terbendung itu. Menurutku, Ia sangatlah membantu, doa dan keberuntungan akan selalu bersama denganmu.
Walau ada yang tidak aku tahu, tapi inilah penilaianku, dengan dasar rasa rindu, semuanya dapat menjadi sendu, tetapi apakah itu akan menjadi seru? belum juga aku tahu.
bgusmi pemilihan katanya menarikkk tww
ReplyDeletesetingkat filsuf, kow kow kow, wik wik wik
DeleteBetter than before! About paragraph and PUEBI. Good Job guy!
ReplyDelete